4 Area Gigi yang Paling Mudah Berlubang, Sudah Tahu?

Gigi berlubang tidak selalu terjadi secara acak. Ada beberapa bagian gigi yang memang lebih rentan menjadi tempat menumpuknya plak, sisa makanan, dan bakteri penyebab karies. Jika area-area ini tidak dibersihkan dengan baik, risiko gigi berlubang akan semakin tinggi.
Yuk, kenali 4 area gigi yang paling mudah berlubang agar kamu bisa lebih optimal dalam menjaga kesehatan gigi!
1. Permukaan Kunyah Gigi Geraham
Gigi geraham memiliki lekukan alami yang disebut fissure. Lekukan ini sering kali sangat sempit dan dalam sehingga sisa makanan mudah tersangkut.
Meskipun sudah menyikat gigi, bulu sikat terkadang tidak mampu menjangkau bagian terdalam dari lekukan tersebut. Akibatnya, bakteri berkembang biak dan menghasilkan asam yang dapat merusak email gigi.
Tips: Sikat geraham dengan gerakan memutar dan jangan terburu-buru saat membersihkannya.
2. Sela-Sela Gigi
Sela-sela gigi merupakan area yang paling sering terlewat saat menyikat gigi. Padahal, plak dan sisa makanan sangat mudah menumpuk di bagian ini.
Jika tidak dibersihkan secara rutin, bakteri dapat menyebabkan gigi berlubang di antara dua gigi sekaligus, bahkan sebelum terlihat dari luar.
Tips: Gunakan dental floss (benang gigi) setiap hari untuk membersihkan sela-sela gigi yang tidak dapat dijangkau sikat gigi.
3. Area Dekat Garis Gusi
Banyak orang fokus menyikat bagian tengah gigi, tetapi lupa membersihkan area yang berbatasan langsung dengan gusi.
Padahal, penumpukan plak di sekitar garis gusi tidak hanya meningkatkan risiko gigi berlubang, tetapi juga dapat menyebabkan radang gusi (gingivitis) hingga penyakit jaringan penyangga gigi.
Tips: Arahkan bulu sikat sekitar 45 derajat ke arah garis gusi agar plak dapat terangkat dengan lebih maksimal.
4. Sekitar Tambalan atau Mahkota Gigi
Memiliki tambalan atau mahkota gigi bukan berarti gigi tersebut kebal terhadap kerusakan.
Seiring waktu, dapat muncul celah kecil di tepi tambalan atau mahkota yang menjadi tempat masuknya bakteri. Kondisi ini dikenal sebagai karies sekunder, yaitu gigi berlubang yang muncul di sekitar tambalan lama.
Karena itu, gigi yang sudah pernah dirawat tetap perlu diperiksa secara berkala.
Bagaimana Cara Mencegah Gigi Berlubang?
Untuk menjaga seluruh area gigi tetap sehat, lakukan kebiasaan berikut:
- Menyikat gigi minimal 2 kali sehari dengan pasta gigi berfluoride.
- Menggunakan dental floss setiap hari.
- Mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis.
- Berkumur setelah makan jika belum sempat menyikat gigi.
- Melakukan kontrol rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.
Jangan Tunggu Sampai Gigi Sakit
Gigi berlubang pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan rasa sakit. Sayangnya, banyak orang baru memeriksakan gigi ketika lubang sudah besar dan mengenai saraf.
Padahal, deteksi dini membuat perawatan lebih sederhana, lebih nyaman, dan lebih hemat biaya.
Jika kamu melihat adanya bercak hitam, lubang kecil, gigi terasa ngilu, atau makanan sering tersangkut, segera lakukan pemeriksaan ke dokter gigi.
Kesimpulan
Empat area yang paling mudah mengalami gigi berlubang adalah permukaan kunyah gigi geraham, sela-sela gigi, area dekat garis gusi, serta sekitar tambalan atau mahkota gigi. Membersihkan area-area tersebut dengan benar dan rutin melakukan kontrol ke dokter gigi merupakan langkah terbaik untuk mencegah gigi berlubang.
0 Comments